saat butiran itu prlahan membasahi tanah
prlahan ku teteskan butiran yang sama
akan tetapi butiran ini berawal dari hati
hati yang tak mudah ku mengerti
mesti sesekali logika meghempskan segala bayang yang hadir
ya,hadir setia menemani waktu siang dan malamku.
mengalir tanpa henti hingga nada keras saat hujan itu lah yang memberi jeda untuk linangan yang mungkin takan ia ketahui.
dibalik pintu,kutengok suasana luar yang nampak hanyalah jalanan kosong.
perlahan kubuka pintu itu dan kulangkahkan kaki ini lalu berjalan
diantara lantunan nada-nada keras sahabat sang hujan itu.namun semakin jauh ku melangkah semakin kurasakan kehampaan ya,hampa akan apa yang ku perjuangkan sepertinya hanya akan sia-sia.sesekali ku tengok belakang dan pintu dmn prtma ku langkahkan kaki ini mulai tak menampakan ruang,ruang dimana selama ini aku tinggal.sadar pikirku bahwa ini bukan jalan yang harus ku pilih.dengan menghela nafas dan nada yang ter enga-enga ku palingkan arah ku untuk tidak meneruskan dan brjalan kembali menuju pintu yang tertutup.mesti sdikit sulit untuk kubuka kembali namun didalam ruangan itulah aku tinggal aku hidup dan aku harus segera masuk.
dengan keadaan basah kuyup dan badan menggigil tak sekejap pun ku alihkan tatapan ini dari jalan.jalan yang pernah ku tempuh dengan deraian air mata.
sesekali ingat harapan itu rasanya seperti tersambar nada sahabat hujan yang seram dan menakutkan.kini ku mulai duduk dan segera ku peluk kedua kakiku dengan rasa penuh kangen akan hadirnya dan mata yang berkaca-kaca jelaskan arti pilu.
detik waktu sudah berlalu,menghentikan kebisuan.semua sperti semula haripun mulai gelap dan segera menutup sore ini dengan kelam.
berjuta tanya yang munkin takan terjawab
berjuta rasa yang mungkin tak terbalas
berjuta keindahan yang mungkin lenyap
akankah malam ini bintang itu menunjukan senyumnya....???
hal yang tak pantas untuk aku pikirkan,biarkan cerita ini brjalan
seperti takdir air yang mengalir dan berakhir di hulu.dan kan ku endapkan lara dibalik cerita hidupku.berharap Tuhan merubah hal yang tak indah ini menjadi sebuah senyuman yang senantiasa menemani di setiap hela nafas dan kedip mata hingga ku tertidur manis di sela-sela bumi ini.
[cikarang...]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar