Sabtu, 16 November 2013

PASRAH


Ternyata dunia telah berubah.
Tapi aku masih saja sibuk dengan hari ini
Ingin rasanya ku kecup hari kemarin,
sebagai tanda perpisahan dan mencium mesra esok hari

Namun sang waktu tak sanggup ku taklukan,
hingga akhirnya tak ada lagi yang bisa kulakukan
selain hidup mesra dengan hari yang penuh cobaan

Meneteskan air sendu yang tak berujung disela hela nafas.
Hanya detik yang berganti,
merubah tangis mnjdi rintih perih

Menepis masa indah ,
hanya karangan pikiran yang tak bertanggung jawab.
Melerai hati dengan doa seakan semua hanya perccuma

Mendapatkan bukan yang diharapkan dan
memiliki bukan yang diinginkan seolah menjadi
ke tidak adilalan sang pencipta

Hidup bagai butiran debu yang tertiup angin,
yang entah tau kan berhenti dimana.

Ketidak bersyukuran akan nikmat hidup ini
telah menyudutkan untuk menutup mata
dan tidak mendengar semua cerita indah tetangga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar