Wahai sang pemilik raga ini.
kapankah raga ini utuh
saling melengkapi dan saling mengasihi
Bukankah yang kau ciptakan itu saling brpasangan
siang dengan malam
api dengan air
terang dengan gelap
siang dengan malam
api dengan air
terang dengan gelap
lalu aku,aku dengan siapa ....
Wahai sang pemilik raga ini.
Berilah aku bahu,bahu untuk sejenak melepas lelah
bahu yang bisa melepaskan beban
dan bahu yang bisa menenangkan dari kejamnya kelam saat sendiri
Wahai sang pemilik raga ini
Aku lelah dengan semua sandiwara yang tak kekal ini
kesendirian ini menjadi duka terlara
saat bias cahaya rembulan menampakn diri
selalu kuucap namanya dalam lantunan
kidung doa
Wahai kau bahu
Dengan cara apa ku bisa miliki engkau..
Kau yang selalu kurindukan
kehadiranmu yang akan menjadi tangis haru
jadilah takdir untuku
Dengan segala harapan terindah
Ingin rasanya aku rebahkan raga ini
untuk bersandar sejenak dibahu yang tercipta untuku
untuk bersandar sejenak dibahu yang tercipta untuku
untuk aku ceritakan apa yg terjadi hari kemarin hari ini dan berbicara tentang esok.
Sepertinya indah terasa
bagai cahaya mentari yang menghangatkan
seperti embun yang menyejukan
seperti embun yang menyejukan
meski kau bahu terjauh
namun aku akan selalu menunggumu.
namun aku akan selalu menunggumu.
cie,,cie,ciiee....
BalasHapustrnyata pemilik dri blog ini adalah seorang pujangga yg tak terekspos :D
ajarin yah ^_^
hahah bru liat klo add yg komen :D
BalasHapussbnrnya bkan pujangga ,cma mndadak puitis ajj hahhah.. ;)